CARA MEMBEDAKAN KURA-KURA JANTAN & BETINA
Kura-kura dilindungi oleh sejenis pelat tulang yang membentuk cangkang serupa Batok yang menempel di ‘Punggung’nya (bony shell), ada dua pelindung bagi tubuh kura-kura. dibagian atas, berupa Karapas dan bagian bawah tubuhnya di sebut Plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung.
Kura-kura bukan hanya pembiak yang antusias, tetapi juga memiliki karakteristik seksual eksternal yang sering menyulitkan mahluk lain selain kura-kura untuk menentukan yang mana jantan dan yang mana betina.
Pada Beberapa Spesies, jantan dan betina dapat dibedakan tortoise2.jpgdari ukuran ekor, biasanya ekor pada kura-kura jantan lebih panjang, tapi Ukuran Betina lebih besar bila dibandingkan dengan jantannya. Kura-kura Jantan dapat dikenali juga dengan adanya lekukan pada plastronnya atau cangkang bagian bawah. lekukan ini akan pas dengan bagian belakang kura-kura betina, kura-kura betina memiliki plastron yang datar atau cembung. Untuk membuahi telur betina, kura-kura jantang menyembunyikan organ seksualnya di dalam kloaka atau saluran pembuangan. Saat membuahi betina posisi jantan itu sendiri berada diatas betina dan sering kali mencengkram cangkang atas atau karapas betina dengan dengan cakarnya, kemudian mengaitkan ekornya hingga lubang kloaka jantan bertemu dengan kloaka betina. Seringkali lusinan telur berkembang secara internal dan biasanya diletakkan dan dikubur dalam tanah berpasir.
Fertilisasi terkadang didahului oleh ritual percumbuan yang rumit, dimulai dengan demonstrasi tarian selama berjam-jam lalu diikuti kopulasi yang hanya berlangsung beberapa menit. Kura-kura betina dapat menyimpan sperma jantan untuk membuahi telurnya, kadang-kadang telur dibuahi setelah bertahun-tahun kemudian.
Minggu, 27 September 2009
KURA-KURA & PENYU
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).
Selasa, 08 September 2009
salah kaprah kura-kura brazil
Maret 13, 2008 oleh ryosaeba
red-eared slider
perhatikan gambar di atas. sebagian besar akan mengenalinya sebagai kura-kura brazil. namun ketika saya coba google kura-kura brazil di wikipedia, saya tidak menemukannya. yang ketemu jenis kura-kura lain yang sama sekali tidak mirip atau dikatakan endangered, padahal kura-kura seperti ini sudah bisa dikembang-biakkan oleh manusia, jadi tidak mungkin terancam punah.
setelah mencari-cari lebih lanjut khususnya tentang kura-kura peliharaan, akhirnya saya menemukan bahwa yang disebut sebagai kura-kura brazil sebenarnya adalah kura-kura berkuping merah, red-eared slider alias Trachemys scripta. saya memelihara dua ekor kura-kura kuping merah ini dalam akuarium, keduanya sudah berumur 2 tahunan dan ukurannya sudah mencapai 10 cm lebih. kura-kura ini disebut slider karena sering “meluncur” ke dalam air ketika didekati, dan memang pada dasarnya mereka adalah binatang pemalu, tiap kali didekati ketika sedang berjemur di atas batu karang, mereka langsung “meluncur” masuk air.
saya sendiri sedang berniat memberikan sepasang kura-kura ini kepada yang berminat memeliharanya. alasan saya melepaskan kura-kura ini karena mereka sudah terlalu besar dan menjadi ancaman untuk binatang peliharaan lain yang juga saya pelihara di akuarium yang sama. contohnya saya punya 4 ekor lobster yang akhirnya tinggal sisa 1 karena 3 ekor lainnya sudah dimakan oleh kura-kura ini. lalu saya pernah memelihara arawana ukuran 15 cm, mati juga dimakan oleh mereka. sekarang ini saya memelihara 2 ekor kepiting biasa ukuran 5 cm, 2 ekor kepiting merah ukuran 1.5 cm, seekor belida ukuran 15 cm, dan seekor kura-kura chinese pond.
ini adalah foto kepiting merah, yang menurut penjualnya adalah christmas island red crab:
red crab
saya sendiri sebenarnya agak ragu apakah benar ini adalah christmas island red crab, mengingat kaki dan bagian atasnya tidak berwarna merah menyala.
lalu di bawah ini adalah foto kura-kura chinese pond, sedikit lebih kecil ketimbang kura-kura berkuping merah saya:
kura-kura chinese pond
kura-kura chinese pond ini sifatnya lebih berani daripada kura-kura kuping merah, tidak gampang panik ketika didatangi oleh orang. saya perhatikan dia juga lebih ulet dalam mencari makanan, pelet makanan yang sengaja saya taruh di atas batu karang untuk konsumsi kepiting merah bisa dicapai oleh kura-kura chinese pond ini dengan memanjat batu karang, walaupun pada akhirnya terjatuh lagi ke dalam air setelah berhasil mengambil pelet tadi.
Maret 13, 2008 oleh ryosaeba
red-eared slider
perhatikan gambar di atas. sebagian besar akan mengenalinya sebagai kura-kura brazil. namun ketika saya coba google kura-kura brazil di wikipedia, saya tidak menemukannya. yang ketemu jenis kura-kura lain yang sama sekali tidak mirip atau dikatakan endangered, padahal kura-kura seperti ini sudah bisa dikembang-biakkan oleh manusia, jadi tidak mungkin terancam punah.
setelah mencari-cari lebih lanjut khususnya tentang kura-kura peliharaan, akhirnya saya menemukan bahwa yang disebut sebagai kura-kura brazil sebenarnya adalah kura-kura berkuping merah, red-eared slider alias Trachemys scripta. saya memelihara dua ekor kura-kura kuping merah ini dalam akuarium, keduanya sudah berumur 2 tahunan dan ukurannya sudah mencapai 10 cm lebih. kura-kura ini disebut slider karena sering “meluncur” ke dalam air ketika didekati, dan memang pada dasarnya mereka adalah binatang pemalu, tiap kali didekati ketika sedang berjemur di atas batu karang, mereka langsung “meluncur” masuk air.
saya sendiri sedang berniat memberikan sepasang kura-kura ini kepada yang berminat memeliharanya. alasan saya melepaskan kura-kura ini karena mereka sudah terlalu besar dan menjadi ancaman untuk binatang peliharaan lain yang juga saya pelihara di akuarium yang sama. contohnya saya punya 4 ekor lobster yang akhirnya tinggal sisa 1 karena 3 ekor lainnya sudah dimakan oleh kura-kura ini. lalu saya pernah memelihara arawana ukuran 15 cm, mati juga dimakan oleh mereka. sekarang ini saya memelihara 2 ekor kepiting biasa ukuran 5 cm, 2 ekor kepiting merah ukuran 1.5 cm, seekor belida ukuran 15 cm, dan seekor kura-kura chinese pond.
ini adalah foto kepiting merah, yang menurut penjualnya adalah christmas island red crab:
red crab
saya sendiri sebenarnya agak ragu apakah benar ini adalah christmas island red crab, mengingat kaki dan bagian atasnya tidak berwarna merah menyala.
lalu di bawah ini adalah foto kura-kura chinese pond, sedikit lebih kecil ketimbang kura-kura berkuping merah saya:
kura-kura chinese pond
kura-kura chinese pond ini sifatnya lebih berani daripada kura-kura kuping merah, tidak gampang panik ketika didatangi oleh orang. saya perhatikan dia juga lebih ulet dalam mencari makanan, pelet makanan yang sengaja saya taruh di atas batu karang untuk konsumsi kepiting merah bisa dicapai oleh kura-kura chinese pond ini dengan memanjat batu karang, walaupun pada akhirnya terjatuh lagi ke dalam air setelah berhasil mengambil pelet tadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
